Amsal 25 :28
"Orang yg tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya "
Bagaimana kita memperoleh penguasaan diri yang nyata ?( Rick Warren ):
1. Mengakui masalah kita , Yak 1 : 14
2. Tinggalkan masa lalu kita, Filipi 3 :13-14
3. Berkomunikasi kembali dengan perasaan kita, Titus 2 :11-12
4. Percayalah bahwa kita dapat berubah, Filipi 4 : 13
5. Menjadi orang yg dpt dipercaya,( Carilah org yg akan melakukan pengecekan atas diri kita ) Pengkotbah 4 : 12
6. Hindarilah godaan, Efesus 4 : 27, 1 kor 15:33
7. Bergantung pada kuasa Kristus, Galatia 5 : 16, filipi 2 : 13
New day,new month,new spirit,new blessing...
Have a wonderful day
Rabu, 25 Agustus 2010
Selasa, 03 Agustus 2010
ALZHEIMER
DEFINISI
Alzheimer merupakan penyebab yang umum untuk kasus demensia – hilangnya intelektual dan kemampuan bersosialisasi yang cukup parah untuk mempengaruhi aktifitas harian. Pada penyakit Alzheimer kesehatan jaringan otak mengalami penurunan, menyebabkan menurunnya daya ingat dan kemampuan mental.
Alzheimer bukan merupakan bagian dari proses penuaan secara normal, akan tetapi risikonya meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Lima persen orang berusia diantara 65-74 memiliki penyakit Alzheimer, dan hampir setengah orang yang berusia lebih dari 85 tahun memiliki penyakit Alzheimer.
Meskipun penyakit ini tidak ada obatnya, perawatan dapat memperbaiki kualitas hidup orang yang memiliki penyakit Alzheimer. Mereka yang memiliki Alzheimer membutuhkan dukungan dan kasih sayang dari teman dan keluarga untuk mengatasinya.
GEJALA
Penyakit Alzheimer dapat dimulai dengan hilangnya sedikit ingatan dan kebingungan, tetapi pada akhirnya akan menyebabkan pelemahan mental yang tidak dapat diubah dan menghancurkan kemampuan seseorang dalam mengingat, berpikir, belajar, dan berimajinasi.
Hilangnya ingatan
Setiap orang memiliki penyimpangan dalam ingatan. Adalah hal yang normal ketika anda lupa dimana anda menaruh kunci mobil atau lupa nama orang yang jarang anda lihat. Tetapi masalah ingatan yang berhubungan dengan Alzhaimer berlangsung lama dan buruk. Orang-orang dengan Alzhaimer mungkin:
• Mengulangi sesuatu yang telah dikerjakannya
• Sering lupa akan ucapan dan janji yang dilakukannya
• Sering salah menaruh sesuatu, sering menaruh sesuatu di tempat yang tidak wajar
• Pada akhirnya lupa dengan nama anggota keluarga dan benda-benda yang biasa digunakan dalam kesehariannya
Bermasalah ketika berpikir secara abstrak
Orang dengan Alzheimer bermasalah dalam berpikir mengenai suatu hal terutama dalam bentuk angka.
Kesulitan dalam menemukan kata yang tepat
Sulit untuk orang dengan Alzhaimer untuk menemukan kata yang tepat untuk menyampaikan pemikiran mereka atau ketika mereka terlibat pembicaraan. Pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis mereka.
Disorientasi
Orang dengan Alzheimer sering hilang kemampuan untuk mengingat waktu dan tanggal, serta akan merasakan diri mereka hilang di lingkungan yang sebenarnya familiar bagi mereka.
Hilang kemampuan dalam menilai
Menyelesaikan masalah sehari-hari merupakan hal yang sulit dan menjadi bertambah sulit sampai akhirnya adalah sesuatu yang dirasa tidak mungkin bagi mereka yang memiliki Alzheimer. Alzheimer memiliki karakteristik sangat sulit untuk melakukan sesuatu yang membutuhkan perencanaan, pengambilan keputusan dan penilaian.
Sulit untuk melakukan tugas yang familiar
Sulit dalam melakukan tugas rutin yang membutuhkan langkah-langkah yang berkelanjutan dalam proses penyelesaiannya, contohnya memasak. Pada akhirnya, orang dengan Alzheimer dapat lupa bagaimana melakukan sesuatu bahkan yang paling mendasar.
Perubahan kepribadian
Orang dengan Alzheimer menunjukkan:
• Perubahan suasana hati
• Hilang kepercayaan terhadap orang lain
• Meningkatnya sikap keras kepala
• Depresi
• Gelisah
• Agresif
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab
Tidak satupun faktor yang muncul menjadi penyebab Alzheimer. Ilmuan percaya bahwa penyakit ini merupakan kombinasi genetik, gaya hidup dan faktor lingkungan yang memicu timbulnya gejala. Alzheimer merusak dan membunuh sel otak.
Dua jenis kerusakan sel otak (neuron) yang biasa terjadi pada orang dengan Alzheimer:
• Plaques / plak. Gumpalan protein yang disebut beta-amyloid mempengaruhi komunikasi antara sel-sel otak. Meskipun tidak diketahui ada kasus Alzheimer yang menyebabkan kematian, fakta menunjukkan bahwa proses yang tidak normal dari protein beta-amyloid kemungkinan menjadi penyebab.
• Tangles / kusut. Struktur pendukung dalam sel otak tergantung pada normalnya fungsi protein bernama tau. Pada orang dengan Alzheimer, benang protein tau mengalami perubahan yang menyebabkan mereka menjadi tidak waras. Banyak ilmuan percaya bahwa ini adalah kerusakan neuron dan dapat menyebabkan kematian bagi penderita Alzheimer.
Faktor risiko
Usia
Penderita Alzhaimer biasanya diderita oleh orang yang berusia lebih dari 65 tahun, tetapi juga dapat menyerang orang yang berusia dibawah 40. Sedikitnya 5 persen orang berusia diantara 65 dan 74 memiliki Alzheimer. Pada orang berusia 85 keatas jumlahnya meningkat menjadi 50 persen.
Keturunan
Risiko Alzheimer’s yang muncul sedikit lebih tinggi jika hubungan keluarga tingkat pertama – orangtua dan saudara sekandung - memiliki Alzheimer.
Jenis kelamin
Wanita lebih mudah terkena daripada laki-laki, hal ini karena umumnya wanita hidup lebih lama daripada laki-laki.
Penurunan kognitif ringan
Orang yang memiliki penurunan kognitif ringan memiliki masalah ingatan yang memburuk daripada apa yang mungkin diekspektasikan pada usianya dan belum cukup buruk untuk mengklasifikasikan sebagai dementia. Banyak dari mereka yang berada pada kondisi ini berlanjut memiliki penyakit Alzheimer.
Gaya hidup
Faktor sama yang membuatmu berada pada risiko yang sama dengan penyakit jantung juga meningkatkan kemungkinan anda akan terkena penyakit Alzheimer’s. Contohnya adalah:
• Tekanan
• Tekanan darah tinggi
• Kolestrol tinggi
• Kurang dalam mengontrol gula darah
Menjaga tubuh agar tetap fit penting bagi anda – anda harus dapat melatih pikiran dengan baik. Beberapa studi menunjukkan bahwa aktif dalam melatih pikiran dan mental disepanjang hidup anda khususnya pada usia lanjut akan mengurangi risiko penyakit Alzheimer’s.
Tingkat pendidikan
Studi menemukan hubungan antara rendahnya pendidikan dan risiko Alzheimer’s. Tetapi alasan tepat yang mendasarinya tidak diketahui. Beberapa ilmuan berteori bahwa lebih banyak anda menggunakan otak akan lebih banyak sinapsis yang anda buat dimana akan tersedia banyak cadangan untuk hari tua. Akan sulit untuk menemukan Alzheimer’s pada orang yang melatih otaknya secara rutin atau mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Pencegahan
Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bagaimana mencegah penyakit Alzheimer’s terjadi. Percobaan untuk menemukan vaksin yang dapat melawan Alzheimer’s terhenti beberapa tahun lalu karena beberapa orang yang menerima vaksin mengalami peradangan otak.
Akan tetapi anda dapat mengurangi risiko Alzheimer’s dengan juga mengurangi risiko berpenyakit jantung. Banyak faktor yang sama yang meningkatkan risiko penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko dementia. Faktor utama yang muncul adalah tekanan darah, kolestrol dan tingkat gula darah.
Tetap aktif – secara fisik, mental dan sosial – juga dapat mengurangi risiko terkena Alzheimer’s.
(SUMBER : health.kompas.com)
Alzheimer merupakan penyebab yang umum untuk kasus demensia – hilangnya intelektual dan kemampuan bersosialisasi yang cukup parah untuk mempengaruhi aktifitas harian. Pada penyakit Alzheimer kesehatan jaringan otak mengalami penurunan, menyebabkan menurunnya daya ingat dan kemampuan mental.
Alzheimer bukan merupakan bagian dari proses penuaan secara normal, akan tetapi risikonya meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Lima persen orang berusia diantara 65-74 memiliki penyakit Alzheimer, dan hampir setengah orang yang berusia lebih dari 85 tahun memiliki penyakit Alzheimer.
Meskipun penyakit ini tidak ada obatnya, perawatan dapat memperbaiki kualitas hidup orang yang memiliki penyakit Alzheimer. Mereka yang memiliki Alzheimer membutuhkan dukungan dan kasih sayang dari teman dan keluarga untuk mengatasinya.
GEJALA
Penyakit Alzheimer dapat dimulai dengan hilangnya sedikit ingatan dan kebingungan, tetapi pada akhirnya akan menyebabkan pelemahan mental yang tidak dapat diubah dan menghancurkan kemampuan seseorang dalam mengingat, berpikir, belajar, dan berimajinasi.
Hilangnya ingatan
Setiap orang memiliki penyimpangan dalam ingatan. Adalah hal yang normal ketika anda lupa dimana anda menaruh kunci mobil atau lupa nama orang yang jarang anda lihat. Tetapi masalah ingatan yang berhubungan dengan Alzhaimer berlangsung lama dan buruk. Orang-orang dengan Alzhaimer mungkin:
• Mengulangi sesuatu yang telah dikerjakannya
• Sering lupa akan ucapan dan janji yang dilakukannya
• Sering salah menaruh sesuatu, sering menaruh sesuatu di tempat yang tidak wajar
• Pada akhirnya lupa dengan nama anggota keluarga dan benda-benda yang biasa digunakan dalam kesehariannya
Bermasalah ketika berpikir secara abstrak
Orang dengan Alzheimer bermasalah dalam berpikir mengenai suatu hal terutama dalam bentuk angka.
Kesulitan dalam menemukan kata yang tepat
Sulit untuk orang dengan Alzhaimer untuk menemukan kata yang tepat untuk menyampaikan pemikiran mereka atau ketika mereka terlibat pembicaraan. Pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis mereka.
Disorientasi
Orang dengan Alzheimer sering hilang kemampuan untuk mengingat waktu dan tanggal, serta akan merasakan diri mereka hilang di lingkungan yang sebenarnya familiar bagi mereka.
Hilang kemampuan dalam menilai
Menyelesaikan masalah sehari-hari merupakan hal yang sulit dan menjadi bertambah sulit sampai akhirnya adalah sesuatu yang dirasa tidak mungkin bagi mereka yang memiliki Alzheimer. Alzheimer memiliki karakteristik sangat sulit untuk melakukan sesuatu yang membutuhkan perencanaan, pengambilan keputusan dan penilaian.
Sulit untuk melakukan tugas yang familiar
Sulit dalam melakukan tugas rutin yang membutuhkan langkah-langkah yang berkelanjutan dalam proses penyelesaiannya, contohnya memasak. Pada akhirnya, orang dengan Alzheimer dapat lupa bagaimana melakukan sesuatu bahkan yang paling mendasar.
Perubahan kepribadian
Orang dengan Alzheimer menunjukkan:
• Perubahan suasana hati
• Hilang kepercayaan terhadap orang lain
• Meningkatnya sikap keras kepala
• Depresi
• Gelisah
• Agresif
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab
Tidak satupun faktor yang muncul menjadi penyebab Alzheimer. Ilmuan percaya bahwa penyakit ini merupakan kombinasi genetik, gaya hidup dan faktor lingkungan yang memicu timbulnya gejala. Alzheimer merusak dan membunuh sel otak.
Dua jenis kerusakan sel otak (neuron) yang biasa terjadi pada orang dengan Alzheimer:
• Plaques / plak. Gumpalan protein yang disebut beta-amyloid mempengaruhi komunikasi antara sel-sel otak. Meskipun tidak diketahui ada kasus Alzheimer yang menyebabkan kematian, fakta menunjukkan bahwa proses yang tidak normal dari protein beta-amyloid kemungkinan menjadi penyebab.
• Tangles / kusut. Struktur pendukung dalam sel otak tergantung pada normalnya fungsi protein bernama tau. Pada orang dengan Alzheimer, benang protein tau mengalami perubahan yang menyebabkan mereka menjadi tidak waras. Banyak ilmuan percaya bahwa ini adalah kerusakan neuron dan dapat menyebabkan kematian bagi penderita Alzheimer.
Faktor risiko
Usia
Penderita Alzhaimer biasanya diderita oleh orang yang berusia lebih dari 65 tahun, tetapi juga dapat menyerang orang yang berusia dibawah 40. Sedikitnya 5 persen orang berusia diantara 65 dan 74 memiliki Alzheimer. Pada orang berusia 85 keatas jumlahnya meningkat menjadi 50 persen.
Keturunan
Risiko Alzheimer’s yang muncul sedikit lebih tinggi jika hubungan keluarga tingkat pertama – orangtua dan saudara sekandung - memiliki Alzheimer.
Jenis kelamin
Wanita lebih mudah terkena daripada laki-laki, hal ini karena umumnya wanita hidup lebih lama daripada laki-laki.
Penurunan kognitif ringan
Orang yang memiliki penurunan kognitif ringan memiliki masalah ingatan yang memburuk daripada apa yang mungkin diekspektasikan pada usianya dan belum cukup buruk untuk mengklasifikasikan sebagai dementia. Banyak dari mereka yang berada pada kondisi ini berlanjut memiliki penyakit Alzheimer.
Gaya hidup
Faktor sama yang membuatmu berada pada risiko yang sama dengan penyakit jantung juga meningkatkan kemungkinan anda akan terkena penyakit Alzheimer’s. Contohnya adalah:
• Tekanan
• Tekanan darah tinggi
• Kolestrol tinggi
• Kurang dalam mengontrol gula darah
Menjaga tubuh agar tetap fit penting bagi anda – anda harus dapat melatih pikiran dengan baik. Beberapa studi menunjukkan bahwa aktif dalam melatih pikiran dan mental disepanjang hidup anda khususnya pada usia lanjut akan mengurangi risiko penyakit Alzheimer’s.
Tingkat pendidikan
Studi menemukan hubungan antara rendahnya pendidikan dan risiko Alzheimer’s. Tetapi alasan tepat yang mendasarinya tidak diketahui. Beberapa ilmuan berteori bahwa lebih banyak anda menggunakan otak akan lebih banyak sinapsis yang anda buat dimana akan tersedia banyak cadangan untuk hari tua. Akan sulit untuk menemukan Alzheimer’s pada orang yang melatih otaknya secara rutin atau mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Pencegahan
Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bagaimana mencegah penyakit Alzheimer’s terjadi. Percobaan untuk menemukan vaksin yang dapat melawan Alzheimer’s terhenti beberapa tahun lalu karena beberapa orang yang menerima vaksin mengalami peradangan otak.
Akan tetapi anda dapat mengurangi risiko Alzheimer’s dengan juga mengurangi risiko berpenyakit jantung. Banyak faktor yang sama yang meningkatkan risiko penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko dementia. Faktor utama yang muncul adalah tekanan darah, kolestrol dan tingkat gula darah.
Tetap aktif – secara fisik, mental dan sosial – juga dapat mengurangi risiko terkena Alzheimer’s.
(SUMBER : health.kompas.com)
Jumat, 09 Juli 2010
Anemia,---bagaimana mengatasinya?
Anemia atau kurang darah sudah cukup akrab dengan kita. Gangguan ini bisa menyebabkan munculnya gejala 4 L, yaitu lemah, letih, lesu, dan loyo.
Anemia adalah gejala kekurangan (defisiensi) sel darah merah karena kadar hemoglobin yang rendah. Kekurangan sel darah merah akan membahayakan tubuh. Sebab sel darah merah berfungsi sebagai sarana transportasi zat gizi dan oksigen yang diperlukan pada proses fisiologis dan biokimia dalam setiap jaringan tubuh.
Jadi, bila seseorang terkena anemia, pasokan oksigen ke seluruh tubuhnya akan berkurang. Berbagai akibat fisiologis dan psikologis pun akan muncul.
Pada kadar yang normal, jumlah rata - rata sel darah merah/mm pada laki-laki adalah 5.200.000. Sedangkan pada wanita 4.700.000. Apabila seseorang mempunyai jumlah sel darah merah di bawah angka normal tersebut, berarti dia menderita anemia.
Kurang darah bisa terjadi akibat keadaan-keadaan tertentu, seperti kehilangan darah karena luka berat, tindakan operasi, kecelakaan, menstruasi, melahirkan, dan terlalu sering menjadi donor darah.
Selain itu juga bisa karena kerusakan sel darah merah akibat kekurangan gizi, zat beracun atau patogen, faktor keturunan (genesis), serta penyakit Hodgkin atau kanker pada organ penyimpanan serta pembentukan darah seperti hati, limpa, dan sumsum tulang.
Menurunnya jumlah sel darah merah dalam tubuh juga bisa terjadi karena zat gizi besi digunakan untuk kepentingan lain (di luar untuk pembuatan sel darah merah). Hal ini terjadi, misalnya, akibat kekurangan asam lambung, penyakit pada sumsum tulang, kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan atau memproduksi sel-sel darah merah seperti asam folat, vitamin B12, dan lainnya.
Wanita hamil paling rentan terkena anemia. Ketika mengandung, volume darah dalam tubuh meningkat sekitar 50 persen. Ini karena tubuh memerlukan tambahan darah guna mensuplai oksigen dan makanan untuk pertumbuhan janin.
Meningkatnya volume darah mengakibatkan meningkatnya jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel-sel darah merah. Selama masa kehamilan, dibutuhkan zat besi sebanyak 800 mg. Dari jumlah itu, 500 mg digunakan untuk pertambahan sel darah merah ibu. Sedangkan sisanya untuk janin dan plasenta.
Jika anemia pada wanita hamil tidak segera diatasi, maka bisa berakibat pada kehamilannya. Si ibu akan mudah pingsan, keguguran, atau proses melahirkan yang lama karena kontraksi yang tidak bagus.
Sedangkan bagi janin, gangguan ini bisa mengakibatkan pertumbuhan terhambat, lahir prematur, lahir dengan cacat bawaan, atau lahir dengan cadangan zat besi yang kurang.
Untuk mengatasi anemia ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan :
1.Bagi penderita anemia karena kekurangan zat besi, sebaiknya memperbanyak konsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti bayam. Juga makanan yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, tomat, mangga, dan sebagainya. Sebab kandungan asam askorbat dalam vitamin C bisa meningkatkan penyerapan zat besi.
2.Sedangkan bagi ibu hamil, sejak sebelum kehamilan maupun selama hamil, sebaiknya memperbanyak mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, asam folat juga vitamin B. Misalnya adalah hati, daging, kuning telur, ikan teri, susu, dan kacang-kacangan seperti tempe dan susu kedelai, serta sayuran berwarna hijau tua.
3.Hindarilah mengonsumsi makanan atau minuman yang menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh. Misalnya kopi.
Sumber : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=249248&kat_id=150
Anemia adalah gejala kekurangan (defisiensi) sel darah merah karena kadar hemoglobin yang rendah. Kekurangan sel darah merah akan membahayakan tubuh. Sebab sel darah merah berfungsi sebagai sarana transportasi zat gizi dan oksigen yang diperlukan pada proses fisiologis dan biokimia dalam setiap jaringan tubuh.
Jadi, bila seseorang terkena anemia, pasokan oksigen ke seluruh tubuhnya akan berkurang. Berbagai akibat fisiologis dan psikologis pun akan muncul.
Pada kadar yang normal, jumlah rata - rata sel darah merah/mm pada laki-laki adalah 5.200.000. Sedangkan pada wanita 4.700.000. Apabila seseorang mempunyai jumlah sel darah merah di bawah angka normal tersebut, berarti dia menderita anemia.
Kurang darah bisa terjadi akibat keadaan-keadaan tertentu, seperti kehilangan darah karena luka berat, tindakan operasi, kecelakaan, menstruasi, melahirkan, dan terlalu sering menjadi donor darah.
Selain itu juga bisa karena kerusakan sel darah merah akibat kekurangan gizi, zat beracun atau patogen, faktor keturunan (genesis), serta penyakit Hodgkin atau kanker pada organ penyimpanan serta pembentukan darah seperti hati, limpa, dan sumsum tulang.
Menurunnya jumlah sel darah merah dalam tubuh juga bisa terjadi karena zat gizi besi digunakan untuk kepentingan lain (di luar untuk pembuatan sel darah merah). Hal ini terjadi, misalnya, akibat kekurangan asam lambung, penyakit pada sumsum tulang, kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan atau memproduksi sel-sel darah merah seperti asam folat, vitamin B12, dan lainnya.
Wanita hamil paling rentan terkena anemia. Ketika mengandung, volume darah dalam tubuh meningkat sekitar 50 persen. Ini karena tubuh memerlukan tambahan darah guna mensuplai oksigen dan makanan untuk pertumbuhan janin.
Meningkatnya volume darah mengakibatkan meningkatnya jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel-sel darah merah. Selama masa kehamilan, dibutuhkan zat besi sebanyak 800 mg. Dari jumlah itu, 500 mg digunakan untuk pertambahan sel darah merah ibu. Sedangkan sisanya untuk janin dan plasenta.
Jika anemia pada wanita hamil tidak segera diatasi, maka bisa berakibat pada kehamilannya. Si ibu akan mudah pingsan, keguguran, atau proses melahirkan yang lama karena kontraksi yang tidak bagus.
Sedangkan bagi janin, gangguan ini bisa mengakibatkan pertumbuhan terhambat, lahir prematur, lahir dengan cacat bawaan, atau lahir dengan cadangan zat besi yang kurang.
Untuk mengatasi anemia ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan :
1.Bagi penderita anemia karena kekurangan zat besi, sebaiknya memperbanyak konsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti bayam. Juga makanan yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, tomat, mangga, dan sebagainya. Sebab kandungan asam askorbat dalam vitamin C bisa meningkatkan penyerapan zat besi.
2.Sedangkan bagi ibu hamil, sejak sebelum kehamilan maupun selama hamil, sebaiknya memperbanyak mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, asam folat juga vitamin B. Misalnya adalah hati, daging, kuning telur, ikan teri, susu, dan kacang-kacangan seperti tempe dan susu kedelai, serta sayuran berwarna hijau tua.
3.Hindarilah mengonsumsi makanan atau minuman yang menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh. Misalnya kopi.
Sumber : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=249248&kat_id=150
Kamis, 18 Maret 2010
Isi surat rekomendasi format bebas
Isi surat rekomendasi format bebas setidaknya harus mencakup:
1. Posisi dari pemberi rekomendasi (dosen, pembimbing skripsi, atasan, manajer)
2. Lama pemberi rekomendasi mengenal kita
3. Kualifikasi/kelebihan-kelebihan kita, terutama yang menonjol
4. Garansi bahwa kita bisa menyelesaikan kuliah dengan baik
5. Manfaat kita bersekolah untuk masyarakat atau perusahaan
6. Pastikan tercantum kata “Highly Recomended to..”
7. Tanda tangan, kontak, dan posisi/jabatan
Rabu, 24 Februari 2010
Selasa, 23 Februari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
